• 18 July 2019
0 Comments

pemimpin masa depan adalah pemimpin yang sadar betul bahwa segala tindakan dan keputusannya akan berpengaruh terhadap orang lain atau sekelompok masyarakat. Dan ini juga yang melandasi kepemimpinannya menjadi begitu empati dengan nasib dan derita rakyatnya. Dalam sejarah mungkin kepedulian Umar bin Khattab seperti dongeng yang mustahil bagi pemimpin masa sekarang. Umar memanggul sendiri sekarung gandum saat ia mendapati seorang ibu memasak batu untuk mendiamkan anaknya yang lapar. Jika ada perasaan empati seperti ini sedikit saja saat ini, tentu rakyat korban lumpur Lapindo tidak akan mengalami penderitaan yang menahun.

Sosok pemimpin seperti Umar inilah yang dirindukan oleh masyarakat. Pemimpin yang setiap blusukannya dilakukan di saat semua orang sedang terlelap. Tiga kriteria pemimpin yang telah disebutkan di atas setidaknya akan menjadi pemrakarsa lahirnya good goverment di negeri besar yang masih tertidur ini. Tidak akan bangun bangsa besar ini jika tidak ada yang mengusiknya. Maka usiklah dia dengan sentimental agar dia segera bangkit dari tidurnya dan menyiapkan dirinya untuk kembali menunjukkan asah dan citranya di mata dunia.

Dan tujuan ini sesungguhnya sudah dijabarkan secara mendetail dalam konsep peradaban luar biasa yang telah digaungkan bangsa ini di tahun 2045. Tahun di mana kata ‘emas’ dengan segala makna indikator dan barometer yang disandarkan kepadanya akan mengantarkan negeri ini pada puncak kejayaannya.

Oleh karena itu, dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045 maka sebaik-baik perbekalan yang kita siapkan adalah perbekalan ilmu kepada generasi muda karena ke depan pemudalah yang nantinya akan menjadi tonggak estafet pelanjut risalah kepemimpinan.

Berangkat dari latar belakang inilah kemudian muncul satu ide dari lembaga dakwah Pusat Studi dan Dakwah Mahasiswa Muslim (Pusdamm) BEM FBS UNM untuk menggagas sebuah seminar nasional dengan peran pendidikan dalam melahirkan sosok pemimpin ideal tersebut menuju Indonesia Emas 2045. Seminar ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan dari kegiatan Pusdamm Intellectual Fair 2019 (PIF 2019).

Pudamm Intellectual Fair 2019 yang bertema “Menakar Indonesia 2019” akan dilaksanakan pada:

Hari/tanggal       : Ahad, 17 Februari 2019

Dalam seminar ini kami menghadirkan:

Keynote Speaker

*Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah(Gubernur Sulawesi Selatan)

Pemateri

  1. Ustaz Dr. (HC). KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A. hafizahullah
  2. Prof. Dr. Jasruddin, M.Si. hafizahullah

Pendaftaran dilakukan pada link berikut ini: https://pusdamm-fbsunm.com/seminar-kepemimpinan-nasional/

Biaya pendaftaran  sebesar 15.000 untuk mahasiswa, 25.000 untuk umum.

Fasilitas yang akan didapatkan adalah sertifikat, ilmu, snack, dan doorprize.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *